Penulis-Bulukumba (Pb).
Saat ini Kementerian Keuangan Republik Indonesia sedang melakukan sosialisasi akademik atau disebut campaign / socialization to several universities.
Kota Makassar adalah urutan ke enam dari 12 kota yang akan melakukan campaign / socialization to several universities, tepat tanggal 5-6 April 2013 kemarin, telah dilakukan di kampus Universitas Hasanuddin Makassar, cara yang mereka lakukan adalah memberikan form yang berisikan informasi tentang calon data yang akan mengikuti cpns mendatang yang rencana akan dilaksakan pada Bulan Juli-Agustus 2013.
Yang terpenting didalam pengisian FOrm tersebut hanya mencantumkan S1/S2 saja. Hal ini sudah diperkirakan bulan Juli-Agustus mendatangkan akan hanya membuka formasi CPNS untuk Alumni S1/S2 saja. Akan dikemanakan alumni SMK jurusan lainnya.Cukup adilkah Kemenkeu dengan seperti itu.Hendra
Silahkan berkomentar dibawah ini jika Anda setuju atau bahkan tidak sama sekali setuju??
Penulis-Bulukumba (Pb). Ketua FPS, Arsil Ihsan saat dimintai komentar terkait hal adanya info bahwa pihak berwajib telah mendapatikan ribuan liter bensin dalam drum yang di simpan oleh pengelola pertamina agen selayar, dengan tegas menyataka sangat menyayangkan dan sangat prihatin atas kelakuan pengusaha bbm tersebut, pasalnya bbm yang mereka kelola sebagian dan selebihnya adalah bbm yang kemungkinanya bersubsidi dana negara, alias uang rakyat.Malah Arsil sempat menyampaikan statemen keras atas hal ini dengan menyebut kalimat “Mereka tidak tahu malu” padahal sebagian dan selebihnya kehidupan mereka sangat tergantung dari hasil keuntungan penjualannya yang berasal dari sebagian besar orang Selayar sendiri , jadi sama saja mereka itu dihidupi orang Selayar, dan kemungkinan paling memalukan adalah, bila anggaran subsidi yang dimaksud kemudian menjadi modal untuk memperbesar usahanya”, inikan sama saja rakyat yang memodali usaha mereka yang setahu saya , pada awalnya adalah usaha spekulasi belaka” tanpa menyebut siapakah sebenarnya yang di maksud dalam kalimat keras tersebut.
Lebih lanjut Arsil juga memberikan dukungan dan applaus kepada pihak Kepolisian yang berhasil mengungkap atau menemukan kebohongan tersebut, namun sayang sekali, karena pihak kepolisian belum melakukan penindakan secara hukum dengan mengedepankan azas pra duga tak bersalah.
Berkaitan hal ini, Insya Allah kami akan melakukan penelusuran, selanjutnya dalam minggu ini, FPS segera melayangkan surat permintaan klarifikasi resmi secara tertulis sebelum kami melakukan somasi hukum ke Pertamina makassar terkait kesewenang wenangan atas hak dasar warga negara dalam p;emenuhan kebutuhan dasar dan pokok serta dugaan pelanggaran bidang perdagangan, selain itu tentu saja kami tentu akan mempertanyakan legalitas formal atas keberadaan, tanggungjawab, serta sebab akibat dari kegiatan pengelolaan bahan bakar migas di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Selayar dengan mengedepankan kepentingan Masyarakat, Lingkungan Hidup serta Keselamatan jiwa dan harta Benda Masyarakat luas. Tnggu saja kawan, ini demi Selayar danIndonesia, artinya demi kebaikan kita semua tentunya termasuk pihak pengelola dan pertamina, semuanya kan Indonesia punya, jadi wajarlah kalau orang indonesia sendiri yang harus menjaganya, ujarArsil menutup komentarnya.
FPS menduga, bahwa kemungkinan kejadian yang berhasil di bongkar pihak kepolisian Selayar pada Kamis (4/8) didalam gudang terkunci milik agen resmi pertamina khusus penjualan premium dan solar, yang lokasi pangkalannya berada kecamatan Bontomanai, bukan kejadian yang peratama kalinya , namun sebelumnya tidak pernah mendapat pengawasan dan pemeriksaan pihak berwajib, namun kali ini ketahuan karena polisi telah curiga pada pengelola yang menutup pangkalanya sebelum jam istirahat.
Sampai saat ini , data Jumlah pemakaian, Jenis pengunaaan , Jumlah pengguna, Klasifikasi Pengguna dan Kebutuhan, kuota, Serta data pengusaha atau pengelolaan sub agen bbm di wilayah Selayar belum ada yang dapat menjadi pembanding dalam perencanaan pembangunan oleh pemerintah kabupaten, ironisnya pemerintah sendiri hanya berpangku tangan dengan mengandalkan data dari lembaga vertikal lainnya sebagai bahan pembuatan selayar dalam angka yang menjadi salah satu patokan dalam penilaian perkembangan pembangunan selayar . Sebagai bukti atas data FPS ini adalah, land sektor yang mengurusi bbm dan perdagangannya tidak tahu sama sekali dengan hal ini, namun mereka punya data angka angka ” heran dari mana “. Akibatnya dugaan pembohongan publik, dugaan korupsi, pelanggaran UU transfarancy Publik dan pengelolaan keuangan daerah serta kejahatan perbankan, mafia bbm, Mafia Investasi, Kolusi dan Nepotisme kemungkinan besar telah terjadi dan aman aman saja. salah satu indikator yang membuat aman adalah terbentuknya jaringan Tutup Mulut yang modusnya adalah rekayasa input dan out put dalam perhitungan manual dengan penguatan angka angka yang telah seragam dan sangat rapi sehingga ketika di cocokkan oleh bidang perhitungan laba rugi, bersih-kotor-dengan manual maka tidak akan ada kesalahan perhitungan angka angka. Selanjutnya pada pencocokan auto atau tehnologi penghitungan managemen pintar, yang dioperasikan oleh bagian dari jaringan ini tentulah akan lolos dengan acungan jempol dari pimpinan tertinggi yang ternyata juga punya saham dalam referensi fiktif untuk jatahnya. Rangkaian dugaan yang membutuhkan keseriusan, kematangan moral dan mental serta keinginan kuat tidak akan mampu membongkar mafia kepentingan dan keserakahan yang menyebabkan ekonomi negara kita ini terpuruk, rakyat menjadi miskin dan saat ini terbelit kesusahan untuk hidup. Dibutuhkan kekuatan dan kewenangan serta keramahan yang terlegalisir oleh negara untuk bisa berperan dalam perang melawan para penjahat kerah putih di negeri ini. Mari kita awali dari kabupaten Kepulauan Selayar. (*). Sumber : Selayar
Penulis-Bulukumba (Pb)
Ketua dan Bendahara Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE-FM) di Desa Tritiro Kec.Bontotiro Kab. Bulukumba memotong dana pengembangan kelompok sebesar 10 juta rupiah per kelompok. Dana pengembangan tersebut diperoleh dari kementerian Sosial RI yang ditindak lanjuti Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten yang langsung diterima melalui rekening kelompok dan dikelola oleh ketua dan bendahara kelompok masing-masing.
Dana yang diterima direkening sebesar 30 juta rupiah per kelompok yang kemudian akan dibelanjakan oleh ketua dan bedahara sesuai kebutuhan usaha kelompok tersebut.
untuk menghindari konflik antar para anggota kelompok maka secara teknis ketua dan bendahara akan membagi rata barang yang sudah dibeli kemasing-masing aanggota kelompok. dimana nilai barang yang seharusnyaa diterima masing-masing anggota adalah 3 juta rupiah, namun kenyataan dilapangan sangatlah berbeda dimana masing-masing anggota kelompok hanya menerima barang senilai 2 juta rupiah.
penjelasan dari ketua dan bendara kelompok katanya sebagian dana yang dipotong tersebut akan dikembalikan ke Dinas Sosial Kabupaten, Povinsi dan pusat sedangkan sisanya Huallahuallam,
Sementara itu tahun ini Desa Tritiro mendapatkan bantuan pengembangan kelompok sebanyak 7 (tujuh) KUBE-FM atau total dana yang masuk sebesar 210 juta rupiah. Rina